Fish

Sunday, November 25, 2012

Merangkai dan Meronce



Pengertian seni bagi anak usia dini pada dasarnya adalah permainan yang memberikan kesenangan batin (rohani) , baik bagi yang berkarya seni maupun bagi yang menikmatinya (Rohidi, 1985:81). Para pendidik harus memperhatikan kegiatan bermain yang dilakukan anak anak, karena permainan merupakan kegiatan jasmani dan rohani yang dapat membentuk sebagian besar perkembangan kepribadian anak, misalnya sikap mental, emosional, kreativitas, estetika, sosial dan fisik.
Hurlock (1986:6) menyatakan bahwa kreativitas memberi anak-anak kesenangan dan kepuasan pribadi yang sangat besar, penghargaan yang mempunyai pengaruh nyata terhadap perkembangan kepribadiannya. Sebagai contoh, tidak ada yang memberi anak rasa puas yang lebih besar daripada menciptakan sesuatu sendiri, apakah itu berbentuk rumah-rumahan yang dibuat dari kursi yang terbalik dan ditutup selimut, atau gambar seekor anjing. Oleh karena itu Utami Munandar (1987:46-47) menyatakan pula bahwa pengembangan kreativitas dalam sistem pendidikan penting dikembangkan.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Sehingga para guru memungkinkan untuk melaksanakan seni budaya dan keterampilan secara bervariasi untuk meningkatkan pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan “belajar dengan seni”, “belajar memalui seni”, dan “ belajar tentang seni”.
Mengekspresikan diri melalui teknik merangkai dan meronce merupakan permainan menciptakan kreasi untuk memperoleh rasa kepuasan, memahami keindahan, dan melatih imajinasi. Dikatakan pula dalam Pamadhi (2008:9.12) bahwa merangkai dan meronce dapat meningkatkan kreativitas dan meningkatkan rasa komposisi dalam mengatur benda. Sehingga dalam penataan ini akan sangat bermanfaat utnuk melatih imajinasi melalui konstruksi bentuk dan bahan, melatih
ketelitian dalam menyusun benda-benda. Selain itu, dengan merangkai dan meronce dapat melatih menyusun irama antara benda yang satu dengan benda yang lainnya. Jika hal ini dilakukan secara bersama-sama, dapat meningkatkan rasa solidaritas dalam kelompok.

Merangkai dan meronce dapat meningkatkan kreativitas dengan cara mengubah fungsi lama menjadi fungsi baru (daur ulang). Misalnya seuntai kalung dengan berbagai bentuk manik-manik dan berbagai warna, dirubah menjadi beberapa untai kalung dengan ditambah berbagai variasi, seperti penambahan bahan manik-manik lain yang tidak terdapat pada untaian kalung tadi, sehingga bentuk gelang menjadi lebih menarik. Kesan indah ini timbul karena adanya unsur-unsur rangkaian dan roncean yang dapat menarik perhatian. Sehingga untuk menimbulkan keindahan ini diperlukan pengetahuan tentang tata letak unsur visual, seperti kesatuan, keseimbangan, irama, dan proporsi. Unsur-unsur visual disusun untuk tujuan dilihat, unsur-unsur visual dibuat untuk keefektifan visual, dan penyusunan elemen harus ada tujuannya (Feldman, 1967).

Kesatuan (Unity)
Unsur-unsur visual harus bisa dilihat menjadi kesatuan benda, tujuannya agar bisa mengkomunikasikan kesatuan dan sampai kepada apresiator melalui kesatuan, karena tanpa kesatuan bisa menimbulkan beda persepsi. Kesatuan dibangun oleh dominasi dan sub ordinasi. Dominasi bisa di lihat dari ukuran, intensitas warna, tata letak, garis yang konvergen (memusat), dan perbedaan (pengecualian). Sedangkan sub ordinasi bisa dibangun oleh ukuran yang kecil, tata letak yang tersebar, warna yang samar, kesamaan bentuk, dan garis divergen. Ada beberapa macam bentuk kesatuan yang perlu dimengerti dalam menyususun unsur-unsur visual, yaitu:
1.        Kesatuan statis, jika penyusunan unsur-unsur visualnya seragam, kurang bervariasi, diterapkan berulang-ulang dengan pola yang teratur hingga menghasilkan susunan unsur-unsur visual yang simetris;
2.      Kesatuan dinamis, jika penyusunan unsur-unsur visualnya beragam, misalnya bentuk tumbuh-tumbuhan, binatang, dan variasi bentuk lain hingga kelihatan gerakan-gerakan tertentu yang menghidupkan bentuk tersebut;
3.     Kesatuan ide, jika suatu bentuk desain dibuat dengan dasar kesatuan ide atau kesatuan gagasan.
Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan mengarah pasa kestabilan. Dalam seni, keseimbangan adalah kondisi visual yang mempunyai makna. Macam-macam keseimbangan:
1.        Keseimbangan tersembunyi
2.    Keseimbangan simetris
3.     Keseimbangan asimetris
4.      Keseimbangan horizontal dari berat
5.     Keseimbangan vertikal dari berat
6.     Keseimbangan dari ketertarikan
7.      Keseimbangan dari kontras (keseimbangan dari berbedaan/ keseimbangan dari yang berlawanan)
8.     Keseimbangan berat dari ketertarikan

Irama (Rhythm)
Dalam seni rupa khususnya desain, irama merupakan suatu
pengulangan secara terus menerus dan teratur dari unsur-unsur tertentu. Jadi
irama adalah kemunculan variasi yang teratur dari unsur-unsur visual. Irama
yang baik diperoleh dengan cara:
1.        Irama tetap dan teratur dengan pengulangan bentuk-bentuk yang sama;
2.      Irama yang bervariasi dengan alternatif bentuk;
3.     Irama dengan perbandingan unsur-unsur yang digunakan, unsur satu dengan lainnya yang menunjukkan perbedaan ukuran, baik dalam bentuk yang sama maupun berbeda;
4.      Irama dengan gerak garis yang mengalir, garis yang disusun secara terus menerus dalam penerapan unsur desain akan menunjukkan kedinamisan, baik berupa garis yang sama maupun berbeda-beda ukurannya dan bisa berupa gelombang besar atau kecil atau berupa gerak gelombang yang tidak beraturan. Namun pengulangan bentuk unsur-unsur tetap ditaati sampai penyusunannya memenuhi ruang desain tersebut.

Proporsi (Proportion)
Proporsi adalah hubungan ukuran antara bagian-bagian dengan keseluruhan atau antar bagian. Ukuran bisa didapat dari luas, lebar, tinggi, kedalaman. Untuk memperoleh proporsi dengan susunan yang baik dapat dilakukan dengan cara:
a) Menyususun unsur yang menimbulkan perhatian
b) Menyusun unsur dengan pembagian keluasan yang berbanding
c) Membagi keluasan menjadi asimetris
d) Membagi keluasan lebih dari dua bagian
e) Menentukan jumlah unsur, jumlah ganjil biasanya lebih menarik.

Merangkai dan Meronce
Merangkai dan meronce pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang sama, yaitu menyusun benda-benda, pernik-pernik dengan sentuhan keindahan, sehingga orang yang melihatnya merasa puas. (Pamadhi, 2008). Yang membedakan antara merangkai dan meronce adalah, jika meronce menggunakan tali atau pengikat sebagai alat untuk menyususn benda dan pernak-pernik sebagai bahan untuk meronce.
Pada dasarnya merangkai dan meronce harus memperhatikan unsur-unsur visual, unsur-unsur tersebut harus memenuhi prinsip penyusunan, seperti komposisi warna, bentuk, ukuran, jenis, irama, dan sebagainya.
Keterampilan merangkai dan meronce memiliki tujuan untuk permainan, meningkatkan kreativitas, melatih komposisi, melatih inajinasi, melatih membuat irama, melatih rasa kebersamaan melalui kerja kelompok, melatih dan meningkatkan untuk mengutarakan pendapat, meningkatkan apresiasi, dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment